Peran Peradilan Agama Sebagai Penegak Hukum Islam Di Indonesia

Penulis

  • Mohamad Hoerurojikin Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58472/jipsh.v1i2.46

Kata Kunci:

Religious Court, Judicial Power, Islamic Law

Abstrak

The existence of Religious Courts as Islamic judicial institutions has an influence on the Islamic community in obtaining justice. Therefore, Law No. 50 of 2009, which is the second amendment to Law No. 7 of 1989 on Religious Courts, has become an important milestone for the supremacy of Religious Courts law in Indonesia. Generally, the sources of law in Religious Courts consist of material sources derived from Islamic law and material sources bound by Law No. 50 of 2009. Formal legal sources include statutory law, custom law, jurisprudence law, religious law, and customary law recognized as positive law. The authority to examine, decide, and settle cases at the first level for individuals who are Muslims is the responsibility of Religious Courts, based on relative authority and absolute authority.

Referensi

Arief, B. N. (2007). Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana dalam Penanggulangan Kejahatan. Jakarta: Prenada Media Group.

Arto, A. M. (2001). Konsepsi Ideal Mahkamah Agung. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cahyani, A. I. (2019). Peradilan Agama Sebagai Penegak Hukum Islam Di Indonesia. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 6(1), 119-132.

Hadi, S. (1990). Metodologi Research. Yogyakarta: UGM Press.

Muhammad, A. (2012). Hukum Acara Perdata Indonesia. Bandung: PT. Citra Aditya Bakri.

Muhammad, R. (2006). Potret Lembaga Pengadilan Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Mujahidin, A. (2007). Peradilan satu atap di Indonesia. Bandung: PT Refika Aditama.

Rasyid, R. A. (2016). Hukum Acara Peradilan Agama, Edisi Terbaru. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Subarkah, I. (2011). Dilematika Kekuasaan Lembaga Peradilan Dan Keadilan Dalam Frame Desentralisasi Pemerintahan (Suatu Common Sense). Jurnal Konstitusi, 4(1), 115493.

Subiyanto, A. E. (2012). Mendesain Kewenangan kekuasaan kehakiman setelah Perubahan UUD 1945. Jurnal Konstitusi, 9(4), 661-680.

Suherman, S. (2017). Kedudukan Dan Kewenangan Peradilan Agama Di Indonesia. Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial, 5(09).

Talli, A. H. (2000). Peradilan Agama Dalam Politik Hukum Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Talli, A. H. (2014). Asas-asas Peradilan Dalam Risalah Al-Qada Kritik Terhadap Beberapa Asas Peradilan di Indonesia. Yogyakarta: UII Press.

Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

Yusup, A. M., Samsuddin, S., & Bakry, K. (2024). Eksistensi dan Dinamika Peradilan Agama di Indonesia: Peran, Tantangan, dan Perkembangannya dalam Sistem Hukum Nasional: The Existence and Dynamics of Religious Courts in Indonesia: Roles, Challenges, and Developments within the National Legal System. DIRASAH: Jurnal Kajian Islam, 1(2), 178-195.

Unduhan

Diterbitkan

2025-07-01

Cara Mengutip

Hoerurojikin, M. (2025). Peran Peradilan Agama Sebagai Penegak Hukum Islam Di Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 1(2), 131–136. https://doi.org/10.58472/jipsh.v1i2.46

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel Serupa

1 2 3 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.