Peran Hadist Ahkam dalam Mewujudkan Syarat Wali Nikah dan Kedudukanya Menurut Pandangan Madhab Syafi’iyah

Penulis

  • Nur Muhammad Saifurrijal Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Indonesia
  • Muhammad Rizal Afandi Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Indonesia
  • Zikrullah Yanderi Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58472/jipsh.v1i3.95

Kata Kunci:

Requirements, Position of Marriage Guardian, Shafi'iyah Madhhab

Abstrak

Marriage is a bond that is built by two men and women to continue the offspring of the two people. The impact of the marriage is that a new family will be born. do not forget that a very important thing in marriage is to fulfill the terms and conditions according to the applicable Islamic law. In the discussion of this article, researchers used the library research method (library research) which was carried out from the shafi'iyah madhhab. From the many requirements and pillars in marriage, researchers narrowed down the discussion to the requirements and position of the marriage guardian according to the views of the shafi'iyah madhhab, because without a guardian in marriage, the marriage will not be valid, therefore the existence of a guardian is very important in a marriage.

Referensi

Abi Najih, A., Darajat, M., & Slamet, S. (2025). Pendidikan Keluarga dalam Islam: Tinjauan Tradisi, Hukum, dan Realitas Sosial Kontemporer melalui Studi Literatur Kualitatif. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 5(2). https://doi.org/10.59818/jpi.v5i2.1419

Aditya, M., & Fathullah, F. (2023). Konsep Wali Nikah Dalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 Menurut Pandangan Ulama’Hanafiyah Dan Syafi'iyah. Al-Muqaranah: Jurnal Perbandingan Mazhab dan Hukum, 1(1), 1-15. https://doi.org/10.55210/jpmh.v1i1.283

Akbar, D. S. (2018). Wali Nikah Dalam Kitab Fath Al-Qadãžr Karya Ibnu Himmam (Tinjauan Deskriptif Analitis Tematis). Al-Hurriyah: Jurnal Hukum Islam, 3(2), 173-186. https://doi.org/10.30983/alhurriyah.v3i2.753

Bahraen, A. (2024). Mayam Emas Sebagai Mahar Pernikahan Adat Aceh: Aceh Tamiang. As-Syifa: Journal of Islamic Studies and History, 3(1), 55-71. https://doi.org/10.35132/assyifa.v3i1.634

Chaosa, V. I., & Agus, N. (2023). Studi komparasi pemikiran Imam Syafi’i dan Imam Hanafi tentang wali mujbir. As-Sakinah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 46-57. https://doi.org/10.55210/jhki.v1i1.282

Haq, A. (2024). Kedudukan dan Peran Wali Nikah dalam Perspektif Hukum Islam. Al-Istinbath: Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam, 1(4), 151-159. https://doi.org/10.71242/0rhae239

Ilham, I., Ahmed, R., & Musliadi, M. (2020). Pemahaman Masyarakat tentang Wakalah dalam Akad Pernikahan menurut Kompilasi Hukum Islam di Kabuapeten Bone. Jurnal Tana Mana, 1(1), 81-101. https://doi.org/10.33648/jtm.v1i1.149

Inayatillah, R. (2024). Status Keabsahan Wali Nikah Menurut Hukum Islam. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 8(1), 82-98. https://doi.org/10.23920/acta.v8i1.2159

Jumain, A. A., & Suleman, Z. (2021). Kedudukan wali nikah dalam pernikahan Adat Bolangitang. AS-SYAMS, 2(2), 90-103.

Khoiruddin, M. (2020). Wali Mujbir Menurut Imam Syafi’i (Tinjauan Maqâshid Al-Syarî’ah). Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 18(2), 257-284. http://dx.doi.org/10.24014/af.v18i2.8760

Mohsi, M. (2020). Analisis Perkawinan Paksa Sebagai Tindak Pidana Kekerasan Seksual Dalam Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual PKS. Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam, 5(1), 1-19. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v5i1.578

Nasution, I., Hasibuan, M., & Harahap, N. H. (2025). Tinjauan Hukum Islam pada Peralihan Wali Nasab kepada Wali Hakim dalam Melaksanakan Perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 246-262. https://doi.org/10.63822/tp3qn583

Nazir, M. (2011). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Neman, H. A. (2021). Pertanggungjawaban Hukum Wali Tidak Melaksanakan Kewajiban Pada Anak Di Bawah Perwaliannya. Jurnal Ilmu Hukum: ALETHEA, 4(2), 147-164. https://doi.org/10.24246/alethea.vol4.no2.p147-164

Puniman, A. (2018). Hukum Perkawinan Menurut Hukum Islam dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974. Jurnal Yustitia, 19(1). http://dx.doi.org/10.53712/yustitia.v19i1.408

Sa'diah, S. N. A. (2024). Analisis kedudukan dan hak keperdataan anak hasil zina menurut putusan mk ri no. 46/puu-viii/2010 dan fatwa mui no. 11 tahun 2012. Jurnal Madzhab, 1(2), 99-118. https://doi.org/10.15575/madzhab.v1i2.1035

Saifurrijal, N. M. (2025). Konseling Keluarga dalam Persepektif Fiqih Sosial. Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia, 1(2), 166-176.

Sari, A. D. M., & Sasmito, S. A. (2022). Penetapan Wali Hakim Dalam Perkawinan Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar Tahun 2020. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 5(2), 340-353. https://doi.org/10.22373/ujhk.v5i2.15201

Satia, S. (2024). Implementasi Hukum Islam Dalam Tradisi Pernikahan Adat Di Ternate. Al-Mizan: Jurnal Kajian Hukum dan Ekonomi, 117-131.

Shobur, M., & Irawan, A. S. (2023). Studi komparasi Undang-undang perkawinan No. 1 Tahun 1974dan imam madzhab tentang wali adhol. As-Sakinah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 23-37. https://doi.org/10.55210/jhki.v1i1.280

Widjojo, M. S. (2012). Perempuan Papua dan peluang politik di era otsus Papua. Masyarakat Indonesia, 38(2), 297-327.

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-03

Cara Mengutip

Saifurrijal, N. M., Afandi, M. R., & Yanderi, Z. (2025). Peran Hadist Ahkam dalam Mewujudkan Syarat Wali Nikah dan Kedudukanya Menurut Pandangan Madhab Syafi’iyah. Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 1(3), 247–256. https://doi.org/10.58472/jipsh.v1i3.95

Terbitan

Bagian

Artikel